Site Loader

KATA
PENGANTAR

 

Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga pembuatan makalah ini dapat
diselesaikan dengan tepat waktu. Saya
juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam memberikan sumbangan ide-idenya agar makalah ini menjadi lebih baik.

Penulisan makalah ini
diharapkan dapat memberikan informasi bagi para pembaca, mengenai “Sulitnya
Mendapatkan Pendidikan Namun Di zaman Modern” seperti sekarang, sekalipun
didaerah Ibu Kota Jakarta.

Saya menyadari karena keterbatasan pengetahuan maupun
pengalaman, makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu
kritik dan saran yang positif dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan
makalah ini.

 

 

 

 

Jakarta, 25 Desember 2017

 

 

 

 

Nurma Sari Isnaini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IPENDAHULUAN

 

1.1        
Latar Belakang

Dalam
makalah ini menjelaskan tentang program yang bernama SDGs sebagai langkah lanjutan dari program
sebelumnya yaitu MDGs, yang dirasa masih belum memperlihatkan hasil yang
signifikan. Topik yang saya ambil dalam makalah ini merupakan program dari SDGs
ke-empat, yang sangat memberikan dampak dalam perubahan sosial bagi bangsa
Indonesia yaitu sektor kualitas pendidikan. Berbicara mengenai sektor
pendidikan mungkin tidak akan ada habisnya, karena pendidikan selalu
berubah-ubah mengikuti pola perkembangan zaman.

Namun
kualitas pendidikan negeri ini sayangnya jauh dari  kata ideal. Pada
tahun 2000, peringkat Indeks Pengembangan Manusia Indonesia diposisi 109 dari
174 negara di Dunia1. Pada tahun yang sama,
pendidikan Indonesia diposisi 12 dari 12 negara di Asia, kualitas pendidikannya
jauh dibawah negara yang lebih miskin dibandingkan negara Indonesia sendiri2.

Pada abad ke-21
pendidikan di Indonesia telah dimasuki oleh arus globalisasi yang sangat cepat,
dimana semua teknologi maju dan informasi sangat mudah untuk diakses. Oleh karena
itu seharusnya semua orang dapat memperoleh banyak pengetahuan yang akan
mencerdaskan dirinya untuk melawan pengaruh globalisasi yang negatif. Tidak
serta merta hanya itu, tetapi globalisasi juga bisa sebagai tolak ukur kemajuan
antara negaranya dengan negara lain.

Namun kenyataannya masih
banyak anak bangsa yang sulit untuk mendapatkan pendidikan namun di zaman
modern seperti sekarang. Kurangnya standarisasi pengajaran, tidak adanya sarana
pendukung kegiatan belajar mengajar, dan mahalnya biaya pendidikan mungkin
sebagian kecil penyebab dari sulitnya mendapatkan pendidikan di Indonesia.

Dari yang dilihat, bahwa
Indonesia sangat tertinggal terutama kualitas pendidikannya. Maka dari
itu tidak ada salahnya bagi Indonesia untuk terus memperbaiki kualitas
pendidikan di negeri ini. “Negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman,
dan bahkan Malaysia menempatkan pendidikan sebagai faktor strategis dalam
memajukan bangsanya”.(Musyaddad, 2013). Karena banyak manfaat dari sektor pendidikan
antara lain menciptakan SDM berkualitas yang sangat menentukan arah
perkembangan suatu bangsa, membentuk pola pikir yang berorientasi pada masa
depan agar bisa menciptakan teknologi untuk bersaing di era globalisasi, juga
dapat meningkatkan taraf hidup manusia agar lebih memiliki rasa toleransi yang
tinggi.

1.2        
Rumusan Masalah

Berdasarkan
latar belakang yang ditulis, permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini
antara lain:

1.      Apa saja fakta tentang pendidikan di
Indonesia sampai saat ini?

2.      Apa masalah yang membuat pendidikan
di Indonesia sulit untuk didapatkan?

3.      Apa peran penting pendidikan bagi
masa depan?

4.      Bagaimana solusi untuk mengatasi
masalah pendidikan?

5.      Apa pandangan dari agama Islam
tentang pendidikan?

1.3        
Tujuan

Berdasarkan rumusan
masalah di atas, maka tujuan penulisan dalam makalah ini adalah sebagai
berikut:

1.     
Mengetahui kondisi yang terjadi pada pendidikan di Indonesia
sekarang.

2.     
Mengetahui masalah yang menyebabkan betapa sulitnya
pendidikan di Indonesia untuk didapatkan pada zaman modern seperti sekarang.

3.     
Mengetahui pentingnya pendidikan bagi masa depan.

4.     
Mengetahui solusi untuk mengatasi masalah pendidikan.

5.     
Mengetahui pendidikan menurut pandangan agama Islam.

1.4        
Manfaat

Penulisan makalah ini
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi setiap orang, antara lain:

1.      Bagi para pembaca dapat menambah
informasi umum tentang kondisi pendidikan di Indonesia pada zaman modern maupun
informasi khusus mengenai pendidikan menurut agama Islam .

2.      Bagi pemerintah digunakan sebagai
kritik dan saran atas kinerja yang telah dilaksanakan.

BAB IIPEMBAHASAN

 

2.1   Fakta Pendidikan di
Indonesia

Pada tahun 2016, tercatat
lebih dari 4,6 juta anak di Indonesia putus sekolah. Sebanyak 600 ribu anak
usia sekolah dasar (SD), 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan
2,1 juta anak usia Sekolah Menengah Atas3.

 

Chart
1 Data Anak Putus Sekolah

 

Dari banyaknya anak yang
putus sekolah, dapat memberikan dampak negatif seperti “berimbas kepada
perencanaan, penganggaran dan kebijakan pemerintah daerah dalam mengatasi
masalah putus sekolah”.4
Karena putus sekolah ini mengakibatkan, kurang lebih 40 persen angkatan kerja
Indonesia merupakan lulusan SD. Padahal kondisi tersebut menghambat upaya Indonesia
untuk bersaing di era globalisasi seperti sekarang.

Tahun 2015 angka
partisipasi untuk mendapatkan pendidikan meningkat dari tahun sebelumnya, jumlah
anak-anak yang keluar dari sekolah menurun hampir setengahnya lalu meningkatnya
anak-anak yang bisa membaca.

Pemerintah terus berupaya
dengan membuat program yaitu memberikan akses gratis terhadap pendidikan
inklusif dan berkualitas yang ditujukan untuk semua anak perempuan dan anak
laki-laki dalam menamatkan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah. Usaha pemerintah
Indonesia sudah dimulai dari rapat tahun 1965 di Karachi, Tokyo “Idealisme lama
pendidikan dasar 7 tahun seperti telah direkomendasi konferensi itu, ternyata
dapat mencapai lama wajib belajar 9 tahun”. (Saifullah,
1998). Meskipun belum sepenuhnya berjalan
dengan lancar namun kita harus tetap mendukung dan menghargai usaha pemerintah
dari tahun ke tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Tetapi sangat disayangkan
semangat anak Indonesia  di Kota dan di
Desa untuk mendapatkan pendidikan berbeda, kehidupan di kota yang serba
berkecukupan membuat banyak siswa dengan mudahnya bolos kuliah untuk jalan ke
mal, tawuran, bahkan minum-minuman keras. Sedangkan kehidupan di desa menyebabkan
siswanya memiliki semangat yang tinggi untuk datang ke sekolah meskipun
mempertaruhkan nyawanya agar bisa merubah nasibnya menjadi lebih baik.

Gambar
1 Perbedaan
Semangat Anak Indonesia di Desa dan di Kota

 

 

 

 

 

 

 

 

Banyak yang menutup
sebelah matanya untuk pendidikan di negara Indonesia, masyarakat beranggapan
tujuan dari sekolah hanya sekedar untuk mendapatkan ijazah yang nantinya
digunakan sebagai sarana memperoleh pekerjaan saja.

Lebih
parahnya di era globalisasi seperti sekarang, malah membuat sekolah tidak mengajarkan
Budaya Asli Indonesia. Padahal budaya merupakan jati diri bangsa yang sebenarnya.
Bahkan semakin tinggi tingkat pendidikan yang kita dapatkan, semakin sedikit budaya
Indonesia yang diajarkan. Sehingga banyak anak-anak Indonesia lebih menyukai
budaya barat daripada budaya Indonesia itu sendiri dan lebih mengetahui cerita
anime jepang daripada cerita sejarah negarinya sendiri.

 

2.2   Masalah Pendidikan di
Indonesia Sulit Diperoleh

Di zaman sekarang melihat
realita pendidikan seakan memprihatinkan, hanya sebagian yang berhasil dan
kebanyakan berada dijalanan untuk mencari uang, mungkin pendidikan sulit
didapatkan karena berbagai faktor, seperti:

1.      Anggaran pemerintah untuk pendidikan
dirasa kurang

Pada tahun 2017 anggaran
pendidikan di Indonesia sebesar Rp 8,322 Triliun, dana yang digunakan untuk
memperbaiki sekolah yang rusak, menggaji guru, dan membangun saran prasarana  pendidikan lainnya.

Gambar
2 Anggaran
Pendidikan 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.      Kurang meratanya pendidikan di Indonesia

Sebagai negara kepulauan
dari sabang sampai merauke, oleh karena itu pemerintah sulit untuk mengatur persebaran
pendidikan sehingga tidak merata dan masih berpusat pada kota-kota besar di
Indonesia saja.

Gambar
3 Kurang
Meratanya  Pendidikan Indonesia

 

 

 

 

 

 

3.      Sistem pendidikan masih buruk

Indonesia berada di
rangking terakhir dunia dengan sistem pendidikan yang masih buruk,  sistem pendidikannya berganti bukan karena
menyesuaikan kondisi siswa disetiap daerah Indonesia tetapi berganti sesuai
pergantian pemimpinan yang baru.  Tentu
sangat sulit meningkatkan kualitas pendidikan.

Gambar
4 Sistem
Pendidikan Indonesia Buruk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.      Sarana dan prasarana

Kurangnya buku untuk
mengajar, tidak adanya papan tulis dan alat tulis, belum tersedianya kursi dan
meja merupakan hal yang menghambat proses belajar. Guru juga merupakan sarana
untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi kurangnya guru yang mau mengajar
terutama di pedesaan dan banyak guru rendahnya kualitasnya. 

Gambar
5 Sarana
Pendidikan Kurang Memadai

5.      Minat membaca rendah dan Orientasi ke
masa depan tidak ada.

Menurut survei UNESCO
pada tahun 2016, minat membaca orang Indonesia sangat rendah, dengan tingkat
minat 0,001 %. Padahal membaca merupakan jendela ilmu atas segala informasi.
Orientasi masyarakat menganggap pendidikan tidak penting, hanya membuang dana
besar saja, lalu lebih memilih bekerja serabutan ataupun menikah muda untuk
mengurangi beban keluarganya.

Gambar 6 Minat
Membaca di Indonesia Kurang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3   Peran Pendidikan Untuk
Masa Depan

1.      Terciptanya anak-anak bangsa yang
sopan dan santun terhadap orang tua maupun terhadap leluhur bangsanya.

2.      Menjadikan pemuda sebagai pemimpin
bangsa yang adil dan bertanggung jawab, karena pemuda merupakan agent of change untuk membawa perubahan
bangsa kearah yang lebih baik.

3.      Memberantas kemiskinan dan
pengangguran di negara Indonesia, dengan cara membuka lapangan pekerjaan yang
dapat menampung orang banyak.

4.      Mengembangkan minat dan bakat agar
dapat menjalankan setiap aktivitas maupun tantangan yang dihadapi dengan mudah.

5.      Mencerdaskan anak bangsa dengan cara
menambah wawasan informasi tentang dunia global yang sangat banyak dan harus
dipilih mana yang memberikan dampak negatif maupun dampak positif.

6.      Meningkatkan keterampilan atau skill untuk
memunculkan inovasi-inovasi baru dan menciptakan sumber daya manusia yang
profesional dalam suatu bidang.

2.4   Solusi Mengatasi
Masalah Pendidikan

 

·        
Solusi sistemik

Solusi dengan mengubah
sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Karena pendidikan
berhubungan dengan ekonomi, jika sistem ekonominya kapitalis, sistem dalam
pembiayaan terhadap segala aspek pendidikan juga akan mengikuti sistem ekonomi
kapitalisnya.

 

·        
Solusi teknis

Solusi yang menyangkut
hal-hal teknis yang berkaitan langsung dengan pendidikan. Solusi teknis untuk
meningkatkan mutu pendidikan, antara lain:

·        
Meningkatkan
Anggaran Pendidikan:

Pemerintah seharusnya lebih memikirkan “bagaimana caranya
agar pendidikan didapatkan untuk warganya tanpa biaya diseluruh Indonesia”
karena pada akhirnya juga, pemerintah dapat menuai hasil atas terciptanya manusia
yang berbobot untuk mengubah bangsa.

 

·        
 Manajemen Pengelolaan Pendidikan:

Harus memperhatikan profesionalisme dan kreatifitas  lembaga penyelenggara pendidikan. “Selain itu, penguasaan kelas oleh
guru pada saat membimbing diskusi kelas sangat diperlukan untuk memotivasi
kemampuan komunikasi antar- siswa, sehingga pertanyaan dan jawaban siswa akan
lebih berkembang”.(Afcariono,
2005)

 

·        
Memperbaikan
Kurikulum:

Penyusunan kurikulum
seharusnya mempertimbangkan kondisi anak Indonesia, maupun sarana dan prasarana
yang ada.  Sistem pendidikan juga perlu
diperbaiki kebanyakan anak didaerah biasanya tertinggal karena terlambat
mendapatkan pendidikan.

 

·        
Meningkatkan
Kesejahteraan Guru:

Upaya perbaikan kesejahteraan guru perlu ditingkatkan
misalnya dengan meningkatkan asuransi kesehatan maupun meningkatkan gaji yang
diterima. Itu sebanding karena guru dituntut untuk menjadi kreatif dan
mempunyai wawasan luas agar dapat mengajar dengan baik.

 

·        
Pemerataan
Kesempatan Untuk Mendapatkan Pendidikan:

Wajib belajar sembilan
tahun, memberi beasiswa dengan sasaran yang tepat, pemberian insentif pada
sukarelawan guru yang bertugas di wilayah terpencil, dan meningkatkan
partisipasi masyarakatnya untuk mendukung pendidikan yang berkualitas sangat
diperlukan untuk memeratakan pendidikan di Indonesia.

 

Diharapkan dengan banyaknya
solusi diatas, kualitas pendidikan di Indonesia dapat bangkit dari
keterbelakangan, sehingga dapat menciptakan generasi-generasi penerus bangsa
yang memiliki intelektual tinggi.

 

2.5   Pandangan Islam
Tentang Pendidikan

 

Membentuk
akhlak dan pribadi bangsa,
tergantung dari bagaimana system pendidikannya.
“Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan dalam aspek
keagamaan (aspek kognitif), sebagai sarana transformasi norma serta nilai moral
untuk membentuk sikap (aspek afektif), yang berperan dalam mengendalikan
prilaku (aspek psikomotorik) sehingga tercipta kepribadian manusia seutuhnya”. (Ainiyah, 2013)

 

Surat Shaad 38 Ayat 29

???????
???????????? ???????? ????????? ????????????????? ??????????? ???????????????
????????? ????????????

Dan katakanlah: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami
turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya
dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”.

Kebatilan adalah perbuatan dosa yang
dilakukan oleh kebanyakan masyarakat. Misalnya pacaran, minum khomr, berjudi,
narkoba, memakai pakaian minim, perzinaan, pembunuhan maupun perbuatan dosa
lainnya. Pendidikan dalam agama itu berarti menanamkan nilai dan norma untuk
senantiasa berperilaku baik, sopan dan santun sesuai dengan karakter bangsa
Indonesia yang ramah tamah dan positif.

 

Surat Al-Israa’ 17 Ayat 81

?????? ????? ???????? ????????
?????????? ? ????? ?????????? ????? ????????

 

Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil
telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti
lenyap”.

 

Hadist Nabi
Bersabda:

Artinya : “Carilah ilmu walupun ke negri cina.”

Hadist Nabi
Bersabda:

“Barang siapa yang menginginkan dunia, hendaklah ia
berilmu, Barang siapa yang menginginkan akhirat hendaklah ia berilmu, Barang
siapa yang menginginkan kedua-duanya sekaligus, ia pun harus berilmu.”

 

Surat At-Thaha 20 Ayat 114

??????????
??????? ????????? ???????? ? ????? ???????? ???????????? ???? ?????? ????
???????? ???????? ???????? ? ?????? ????? ??????? ???????

“Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang
sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum
disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku,
tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.

 

Demikianlah
diantara sekian banyak manfaat pendidikan bagi masa depan suatu bangsa, maka marilah
kita dukung pendidikan Indonesia agar pendidikan menjadi maju kualitasnya,
sehingga memudahkan bangsa ini agar menjadi masyarakat yang sukses dan sejahtera.

Bahwa
pendidikan dalam pandangan Islam adalah untuk membangun manusia sesuai dengan
lima sifat nabi Muhammad SAW, sehingga menjadi insan yang soleh dan solehah
akhlaknya untuk dirinya maupun banyak orang. Dengan kata lain pendidikan dalam
Islam bertujuan untuk menjadikan manusia sebagai makhluk yang bertakwa. Sebab
takwa merupakan sebaik-baik bekal untuk menghadapi hari esok. Takwa artinya
berusaha melaksanakan perintah Allah sesuai dengan kemampuan diri seseorang dan
menjauhi larangan-larangan-Nya. Mungkin tanpa takwa manusia akan sengsara
dimasa yang akan mendatang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IIIPENUTUP

 

3.1   Kesimpulan dan Saran

 

Sudah kita ketahui
bahwasannya pendidikan merupakan hal yang wajib ditingkatkan untuk menciptakan
manusia yang berintelektual tinggi dan juga  untuk memajukan keberhasilan bangsanya. Namun
pada kenyataanya untuk meningkatkan pendidikan pun sangat sulit karena banyak
faktor penghambat seperti “Keberlangsungan pendidikan anak tidak terlepas dari
dukungan orang tua. Salah satunya yaitu dukungan finansial (keuangan), karena
pendidikan memerlukan biaya-biaya seperti iuran sekolah, biaya membeli seragam
sekolah, buku pelajaran, alat tulis, fasilitas pendukung pendidikan lainnya dan
bahkan uang jajan sekolah”.(Rahmawati,
Genjik, & Rustiyarso, 2011).

Disamping pendidikan secara umum, ada
pula pendidikan menurut Agama Islam yaitu untuk
pembentuk Akhlak dan Pribadi Bangsa, bila pendidikannya baik maka akhlak
yang tercipta bagi anak bangsanya juga baik dan taat kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Hadist Nabi juga mengungkapkan “Carilah ilmu walaupun ke negri cina.” Membuktikan
kalau pendidikan sangat penting untuk dicari sampai dimanapun.

Meskipun banyak kendala dalam
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, dan berbagai solusi sudah
dilakukan pemerintah, belum sepenuhnya berjalan dengan lancar. Namun kita harus
tetap mendukung dan menghargai usaha pemerintah dari tahun ke tahun dalam meningkatkan
pendidikan yang berkualitas di Indonesia. karena pendidikan sangat berpengaruh
terhadap sumber daya manusianya untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik
dikancah dunia.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

       
I.           
Afcariono, M. (2005). Penerapan Pembelajaran Berbasis
Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Siswa pada Mata Pelajaran
Biologi, 65–68.    
II.           
Ainiyah, N. (2013). MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nur
Ainiyah Universitas Negeri Semarang Jawa Tengah Abstrak A . Pendahuluan
Pendidikan karakter menjadi isu penting dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini
, hal ini berkaitan dengan fenomena dekadensi moral yang terjadi dite, 13, 25–38.  
III.           
Musyaddad, K. (2013). Problematika pendidikan di indonesia, 4.  
IV.           
Rahmawati, S., Genjik, B., & Rustiyarso. (2011). Pengaruh
penghasilan orang tua terhadap pendidikan anak, 1–11.    
V.           
Saifullah, A. (1998). Permasalahan Pendidikan Berkenaan
dengan Wajib Belajar 9 Tahun Pendidikan Dasar.  
VI.           
https://safutrarantona.wordpress.com/2016/03/17/sustainable-development-goals-sdgs-quality-education-in-indonesia/VII.           
http://www.seputarbandungraya.com/2016/12/mewujudkan-pembangunan-berkelanjutan.html

1 Menurut UNESCO tahun 2000

2 Menurut survei Political
and Economic Risk Consultant (PERC) tahun 2000

3 Data United Nations
Children’s Fund (UNICEF)

4 Education Spesialist
UNICEF Suhaeni Kudus

Post Author: admin