Site Loader

Cenderung pelanggan akan setia pada 1 perusahaan yang
memiliki service yang baik karena meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan itu
sendiri daripada mendapat hasil yang bagus tetapi mendapat service yang kurang
baik. Misalnya, 2 buah restoran memiliki koki yang sama baiknya. Tetapi salah
satunya melakukan penyajian lebih cepat dan menyambut pelanggan yang masuk
dengan hangat. Maka pelanggan akan lebih sering datang ke restoran yang ramah
dan cepat itu. Di bidang IT, online shop yang fast respond akan memiliki lebih
banyak pelanggan dibanding dengan online shop lain yang slow respond. Service
yang baik ini belum tentu bisa disambut dengan baik di tempat lain mengingat
adanya perbedaan tradisi dan kebiasaan orang. Contoh, di Indonesia, kebanyakan
orang makan dengan sendok dan garpu. Tetapi restoran China menggunakan sumpit
untuk makan. Tentunya tingkat kepuasan orang yang tidak bisa menggunakan sumpit
akan rendah walaupun makanan yang dihidangkan enak. Selain budaya, sudut
pandang holistik juga perlu diperhatikan. Sudut pandang holistik
atau sistemik berfokus pada “Gambaran besar,” hubungan yang saling
berinteraksi, dan pandangan jangka panjang tentang dinamika sistem. Perspektif
holistik membantu kita memahami dan mengatur interaksi layanan antar domain
bisnis dan seluruh wilayah siklus hidup layanan. Contoh, negara Arab adalah negara Muslim dan wajar
apabila menyambut kedatangan orang dengan kata “assalamualaikum”. Tetapi di
negara yang bukan negara Muslim akan terganggu apabila mendapat sambutan dengan
kata tersebut. Hal ini sangat penting karena hal-hal yang menyangkut agama bisa
berakibat fatal apabila terjadi salah paham. Terutama di Indonesia ini. Apabila
kita salah ucap dan ada orang lain yang merasa tersinggung, maka akan menjadi
masalah besar dan bisa memicu amarah orang lain. Orang Indonesia adalah
orang-orang yang mudah diprovokasi sehingga rawan terhadap kasus seperti ini.
Kita bisa mengambil contoh dari mantan gubernur DKI Jakarta yang saat ini
dipenjara karena penistaan agama. Kembali ke IT service science. Ada 2 aspek
yang diterapkan yaitu
intangibility dan perishability. Dalam aspek Perishability, servicenya tidak
bisa disimpan, karena wujud fisiknya tidak ada. Setiap service yang tidak
digunakan, maka service tersebut akan binasa. Intangibility adalah keterlibatan
barang/produk dalam sebagian besar proses.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Lewis!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out